Kamis, 28 Februari 2008

PROFESIONALISME PENGAMEN


Profesionalisme Pengamen

Kalau ada Pengamen, berapa yang biasanya Anda beri..???? seratus..?? dua ratus…???
Limaratus..?? Atau berapa..???

Adabanyak pengamen yang pernah saya temui, atau lebih tepatnya, saya temukan. Banyak hal, mulai dari yang berkeliaran antar-antar rumah, dari yang sekedar tepuk tangan, ecek-ecek, pakai gitar, harmonika, atau bergroup dipadu antara gitar, ecek-ecek, dan sesekali dengan gallon aqua kosong.
Adapula yang memakai tape deck, dan sesekali dipadu dengan aksi jogetan, atau terkadang yang lebih parah lagi, dengan berdandan ala banci, naudzubillah...

Dari sekian itu, tentulah terlepas dari alat musik yang digunakan, ataupun cara yang digunakan, banyak pengamen yang memiliki karakter yang berbeda pula. Salah satunya adalah yang akan saya ceritakan kali ini.

Keluarga kami memang tidak tahu namanya, namun setidaknya
Adabanyak hal yang saya amati dari pengamen satu ini. Kemeja lengan panjang, dipadu dengan sebuah topi yang bertengger dikepalanya menjadi semacam seragam baginya. Kulitnya yang coklat gelap dan wajahnya yang khas dengan gigi yang agak menonjol ke depan menjadi ciri khas yang mudah dikenali dari orang ini.Celana jeans nya dan sebuah sepatu kulit, membuat orang ini lebih mudah disebut sebagai seorang mandor daripada seorang pengamen. Barangkali hanya sebuah gitar tua ditangannya yang menunjukkan bahwa orang ini adalah seorang musisi jalanan.

Tapi bukan penampilannya yang menarik perhatian kami sekeluarga. Namun kebiasaan dari pengamen satu ini. Pengamen ini hampir bisa dipastikan selalu mengunjungi rumah kami setiap pekannya. Setidaknya di hari minggu pagi, setelah kami sekeluarga biasa pulang dari pengajian.

Ada hal unik yang menurut saya membedakannya dengan pengamen sejenis yang kadang juga rutin ke rumah kami di akhir pekan. Adalah jika pengamen lain langsung ngeloyor pergi setelah kami beri uang, maka pengamen satu ini tidak. Bukan, bukan masalah ‘bonus’ ucapan terima kasih darinya, karena saya rasa pengamen lain juga banyak yang melakukan hal itu.

Namun bukan itu, ada hal unik jika kami memberi pengamen ini uang lebih, 1000 misalnya, Pengamen ini masih terus melanjutkan lagunya hingga selesai. Serius..!!! Sampai selesai..!!! bahkan terkadang kami sekeluarga jadi khawatir tetangga kami berpikir yang bukan-bukan, “Kok ngamennya lama banget..?? apa nggak dikasih uang ya..??”, padahal lho sudah kami kasih uang. Tapi yah mau bagaimana lagi, memang begitu itu... musisi jalanan ini tetap melanjutkan lagunya...

Jadilah ia menjadi semacam pengamen langganan bagi kami sekeluarga. Maka setiap pekannya, hampir bisa dipastikan selalu kami sisihkan beberapa untuk pengamen itu. Karena tahu kebiasaannya, maka tak jarang kami langsung memberinya uang di awal-awal, melepaskan sebuah senyum setelah itu ngeloyor masuk. Dan gitar pengamen itu tetap melantunkan denting-denting melodi lagu-lagu khas zaman perjuangan. Ketika ia sudah selesai, tak lupa ia tetap mengucapkan terima kasih .Padahal kami sekeluarga sudah tidak kelihatan batang hidungnya, sibuk di dalam rumah, sebuah hal yang sungguh unik bagi kami.

Melihat peristiwa ini, terbayang di benakku, perkataan ayah ketika aku masih kecil dulu, “Memangnya pengamen hanya berhak dikasih ratusan doang..??”, aku hanya bisa diam dan mengangguk membenarkan, Ayahku melanjutkan, “kalau kamu dikasih seratusan, sama seribuan, lebih senang mana..??, ribuan kan...??? nah begitulah kamu kalau harus memberi....” begitulah ucapan ayah yang masih terus berada di benakku hingga sekarang.

Pernah juga, aku mencoba hal ini, dalam sebuah perjalanan pulang ke Ponorogo, bus sempat terhenti di terminal madiun. Seorang bocah kecil berkaus oblong naik, tak lama terdengar ia mengamen lepas sekenanya dengan suara khas bocah kecil. Saat itu ia hanya menggunakan ecek-ecek dari tutup botol. Teringat perkataan Ayah, segera kuambil uang dari sakuku, dan kali ini, selembar limaribuan kuletakkan ditangannya. Namun tanpa diduga, bocah itu berhenti sebentar lantas.... “Makasih mas..!!” ucap bocah kecil itu dengan keras.... Hal itu kontan membuat seluruh isi bus menoleh ke arah kami, tak terkecuali kakakku dan ibuku. Aku jadi tidak enak, tapi tak urung aku hanya tersenyum juga.

Ya, memberi lebih, meski hanya seulas senyum atau ucapan terima kasih, adalah sebuah budaya yang jarang kita temukan dewasa ini. Dan pengamen tersebut sebenarnya secara tidak langsung telah memberikan pelajaran berharga bagi kami, bahwa ketika ada orang yang berbuat baik kepada kita, maka terima kasih mungkin tiadalah cukup, namun berikanlah suatu hal yang terbaik bagi orang tadi. Ya, memberi lebih adalah bagian sebuah profesionalitas, dan pengamen tersebut menunjukkan profesionalismenya kepada kami.

Sabtu, 10 Juni 2006
ketika lama tak bertemu
pengamen semacam mereka


Toni Tegar Sahidi (18th)
Mahasiswa Ilmu Komputer,
FMIPA – Unibraw/ 08175404373
http://tonitegarsahidi.blogs.friendster.com
Do all the goods you can..!!



if singing is your passion and you wish to enhance your singing skills, then joining a singing class is a good idea. You may be very good in signing but joining a singing class is always helpful as the singing professionals in such academy guide you properly and help you to get best in your skill.

The decision of joining a singing class can be really very big but still, it is very essential that you join a singing class. Thus, if you have already joined any class, then you are really admirable. A proper class of singing will aid you in getting better in your field and also make your voice strong which is a must for any singer. With regular practice in the class, you will get better with every day passing by. In order to join a singing class, you can consider John Robert Powers as it is among the best and well known names in the singing and many other entertainment classes. This well known academy have truly brought an edge to the singing classes by delivering it a complete new meaning of popularity and excellence. Joining this conservatory can be the best decision which will show you a brighter future in your field.

John Robert Powers is one name that helps in developing or enhancing your skills in the field of fashion and entertainment. They give the best classes for acting, modeling and singing. We build up the routes for your success in this severely competitive industry. All the people of different age groups can be the part of John Robert Powers singing classes to find out polished manners, self confidence and protocol, triumph over your shyness. And at the end of the singing classes you will be full of self confidence and will be prepared to take enter the world of entertainment.

John Robert Powers offer you a fabulous chance to step in the acting and singing world. JRP acting classes and singing classes help you in learning the secrets of acting and self-empowerment.

0 komentar: